2 Alasan Mengapa Kredit Elektronik Lebih Mahal Dari Tunai—sering kali ketika anda tengah mengajukan kredit untuk barang elektronik, anda bertanya dalam benak: mengapa harga kredit barang eletronik kok jatuhnya lebih mahal ketimbang bayar tunai?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, ada 2 Alasan Mengapa Kredit Elektronik Lebih Mahal Dari Tunai. Yang pertama:

Kredit Elektronik Memiliki Resiko Tinggi

Ya, sistem kredit memungkinkan munculnya bunga angsuran. Ini dikarenakan adanya pihak ketiga yang menalangi pembelian anda. Lebih jelasnya begini. Di setiap pembelian kredit elektronik akan terdiri dari kerja sama tiga pihak. Antara Pembeli, Penjual dan pihak penyedia biaya atau pihak leasing. Nah pada setiap transaksi, pihak leasing selaku penyedia biaya akan membayarkan barang yang anda beli dari penjual secara Full Payment atau pembayaran penuh. Kedepannya pihak pembeli akan membayar angsuran kepada pihak leasing tersebut. Di sini pihak leasinglah yang menanggung resiko atas peminjaman ini, apabila pihak pembeli tidak menjalankan kewajibannya membayar angsuran. Resiko dalam kredit elektronik bagi pihak penyedia biaya atau leasing, sangatlah tinggi. Berbeda dengan kredit kendaraan bermotor, dimana pihak leasing dapat menaha BPKB sampai angsuran lunas. Kredit untuk barang elektronik tidaklah seperti itu. Karena pada pinjaman seperti ini, tidak ada sesuatu apapun yang dijaminkan atau dipegang oleh pihak penyedia barang. Berdasarkan statistik data yang berhasil dihimpun, sekitar 3 % transaksi kredit elektronik menghasilkan kredit macet. Dengan kata lain, 1 dari sekitar 33 transaksi berakhir dengan barang yag tidak dibayar angsurannya. Nah resiko inilah yang menyebabkan, bunga angsuran untuk kredit elektronik sangatlah tinggi. Dan jauh berbeda harganya dengan pembelian tunai.

Yang kedua:

Dana Operasional Yang Lebih Tinggi

Ya, kredit elektronik membutuhkan dana operasional yang jauh lebih tinggi ketimbang pembayaran  dengan  tunai. Point apa sajakah yang menyebabkan dana opersional bisa tinggi seperti itu.

Berikut point-pointnya.

  • Surveyor dari pihak leasing (melakukan survey ke konsumen)
  • Collector dari pihak leasing pula (untuk melakukan penagihan)
  • Sistem canggih untuk mengakomodir banyaknya pengajuan kredit elektronik.
  • Administrasi

Selain itu juga akan ada biaya bunga bank yang menekan pihak leasing. Meskipun kredit barang elektronik  lebih mahal, ketimbang pembayaran tunai, secara keseluruhan kredit elektonik akan membantu memiliki barang elektronik yang bagus dan berkualitas. Pilihlah pengajuan kredit kepada pihak-pihak yang memang telah terpercaya reputasinya. Hal ini akan berdampak baik kepada anda dalam menyicil kreditan. Biasanya pihak penyedia barang akan selalu bersaing antara satu sama lain dalam memikat hati para calon konsumen. Caranya adalah dengan memberikan bunga paling rendah dari yang lainnya.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *