Kartu Telkomsel merupakan buah dari PT Telkom yang mulai merambah pada tekonlogi nirkabel berbasis GSM. Pada tahun 1994 PT Satelit Palapa Indonesiaoperator jaringan GSM perdana di Indonesia yang mengeluakan sebuah kartu SIM mulai muncul.

Kemudian PT Telkomsel berdiri bersama Indosat pada tahun 1995 kemudian meluncurkan kartu-kartu lainnya pada tahun 1995 dengan layanan paska bayar.

Tahun 2005 Telkomsel saham dimiliki oleh Telkom Indonesia dengan persentase sebesar 65% kemudian sisanya oleh Singtel hanya 35%.

Telkomsel menjadi salah satu operator terbesar di Indonesia sebagai telekomunikasi seluler dengan kurang lebih 139,3 juta pengguna per Desember tahun 2014 kemudian pangsa pasar meraih 51% per Januari 2007. Jaringan Telkomsel ini sudah mencakup jaringan sebesar 288 pada jaringan roaming internasional di 155 negara pada akhir 2007

Kartu perdana Telkomsel sudah menjadi operator seluler dengan peringkat ke tujuh di dunia yang mempunyai lebih dari 100 juta pemakai dalam satu negara pada tahun 2011. Kemudian Telkomsel meluncurkan jaringan dengan 4G LTE secara resmi di Indonesia, kecepatan pada layanan Telkomsel ini mencapai 36 Mbps data access.

Untuk saat ini, sudah menggelar lebih dari 100 ribu BTS yang sudah menjangkau kurang lebih 98% pada wilayah populasi di Indonesia. Sebagai operator seluler yang menduduki peringkat ke – 6 terbesar di dunia dalam hal jumlah pelanggan, Telkomsel menjadi pemimpin pada pasar industri telekomunikasi di Indonesia yang dipercaya sudah melayani pelanggan lebih dari 143 juta pada tahun 2015-2016.

Untuk menjadi sebuah upaya dalam memandu perkembangan industri sebuah telekomunikasi seluler di Indonesia sudah memasuki era baru pada layanan mobile broadband, Telkomsel secara terus-menerus mengimplementasikan roadmap dengan teknologi 3G/HSDPA/HSPA+ dan LTE.

Supaya lebih efektif, proses validasi ini dilakukan dengan cara mencocokan sebuah data kemudian memasukan pengguna dengan data kependudukan yang ada pada Direktorat Jenderal Kependudukan serta Catatan Sipil/ Ditjen Dukcapil.

Sebelumnya, pemakai sudah diminta untuk melakukan registrasi sebelum melakukan mengaktifkan nomor seluler Anda.

Ini sudah dilakukan pada tahun 2005. Namun pada saat itu, tidak dilengkapi dengan proses validasi, sehingga masih ada celah untuk memanipulasi data sehingga tujuan validasi tidak valid.

Cara registrasi Kartu Telkomsel

Sebelum memakai kartu Telkomsel, tentu Anda harus mendaftar terlebih dahulu agar kartu bisa digunakan. Di bawah ini akan menjelaskan cara mendaftarkan kartu Telkomsel:

 

  • Via Situs Resmi Telkomsel

 

Untuk pengguna baru, bisa melakukan pendaftaran melalui situs resmi Telkomsel secara online. Di sana akan mengisi beberapa data seperti:

  • No.HP
  • NIK/ No. KTP
  • No. Kartu Keluarga
  • Password

Data tersebut wajib diisi karena sudah mengacu pada peraturan pemerintah dalam Peraturan Menkoinfo No. 12 tahun 2016 yang sudah dilakukan pada tanggal 31 Oktober 2017.

 

  • Via SMS

 

Bagi pengguna yang ingin melakukan pendaftaran secara offline ternyata bisa, yaitu mendaftar dengan SMS. Pengguna cukup mengirimkan sebuah format pada layanan pesan singkat kemudian kirim ke nomor 4444.

Caranya dengan menuliskan pesan singkat dengan isi pesan:

  • REG#NIK#Nomor KK lalu kirim ke 4444

Kemudian tunggu balasan dari Telkomsel bahwa kartu Anda sudah siap digunakan.

Nah, untuk mendaftar ini wajib mengisi data diri pribadi karena ada beberapa alasan dari Pemerintah. Pemerintah mewajibkan untuk mengisi sebuah NIK atau Nomor Induk Kependudukan dan juga KK atau Kartu Keluarga. Hal tersebut dilakukan karena pelanggan seluler supaya tidak menyalahgunakan nomor kartu Anda khususnya yang sudah mendaftarkan kartu Telkomsel.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *