Pada tahun 2015 hingga awal 2016, nama Kusrin memang menghebohkan tanah air, dimana seorang kuli bangunan berhasil pembuat pabrik perakitan televisi yang kemudian dijual di pasaran. TV hasil rakitan pabrik Kusrin ini banyak diminati oleh masyarakat karena memiliki harga TV yang murah jika dibandingkan dengan televisi impor.

Akan tetapi, Tv rakitan Kusrin ini sempat tersandung masalah karena produknya disita serta dimusnahkan oleh pihak Kejaksaan Negeri karena dianggap melanggar aturan disebabkan tidak adanya SNI pada televisi produk Kusrin.

Kusrin bukanlah teknisi atau lulusan universitas jurusan teknologi, akan tetapi Kusrin hanyalah lulusan SD yang dengan kerja kerasnya akhirnya mampu mendirikan industri televisi lokal yang dibuat dari tabung monitor komputer bekas.

Kusrin merupakan lulusan sekolah dasar yang lahir di Boyolali, ia kemudian merantau ke Jakarta dan menjadi kuli bangunan. Kusrin memiliki kegemaran mengutak-atik barang elektronik bekas, dan meski menjadi kuli bangunan, ia tetap tidak meninggalkan kegemaran itu.

Setelah pulang kampung, Kusrin kemudian bekerja di sebuah pabrik perakitan TV tabung milik seorang kawannya. Sambil bekerja, ia melakukan eksperimen dengan mengubah monitor komputer bekas menjadi televisi.

Ia kemudian memutuskan untuk keluar karena ingin membangun bisnis yang mandiri, dan di saat yang bersamaan, ada kawannya menawarkan usaha perakitan TV yang gulung tikar dan menyisakan banyak hutang. Kusrin pun akhirnya mengambil alih untuk melanjutkan usaha tersebut.

Baca Juga:Spesifikasi dan Harga TV Samsung LED TV Seri 5

Jatuh bangun dialami Kusrin dalam membangun bisnis ini, dan puncaknya adalah etika produk yang dibuatnya disita dan dibakar oleh Kejaksaan karena dianggap ilegal. Namun, atas dukungan masyarakat dan berbagai pihak, Kusrin akhirnya bisa mendapatkan sertifikat SNI dari Menteri Perindustrian Saleh Husin.

Meski telah mendapatkan SNI, namun harga TV rakitan Kusrin dengan merk Maxreenn ini tetap sama, yaitu ada pada kisaran Rp 400-500 ribu berukuran 14 inchi, dan Rp 500-600 ribu untuk Tv berukuran 17 inchi.

Tak hanya memiliki harga yang murah, namun televisi ini juga mempunyai garansi selama 1 tahun, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir jika terjadi kerusakan pada televisi masyarakat bisa langsung mendatangi toko atau distributor untuk meminta perbaikan atau penukaran produk.

Tak hanya mendapatkan SNI, namun Kusrin juga menjadi bintang iklan untuk salah satu produk jamu instan terkemuka di Indonesia. Kusrin menjadi bukti bahwa untuk melakukan sesuatu atau inovasi yang dibutuhkan adalah kemauan dan kerja keras, namun selain itu harus pula mematuhi aturan-aturan yang berlaku.

Harga TV Kusrin yang murah memang menjadi daya tarik tersendiri untuk produk ini, akan tetapi selain itu adanya TV rakitan Kusrin ini membuktikan bahwa teknologi elektronik di Indonesia dapat berkembang asalkan ada kemauan dari masyarakat serta tentunya mendapatkan dukungan dari pemerintah.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *