Besarnya invasi Tiongkok, Jepang, Korea, dan Amerika ke pasar Indonesia tentu membuat kebanyakan orang tidak menyangka bahwa sebagian barang elektonik yang beredar di pasaran sebenarnya adalah buatan dalam negeri. Bila ada sedikit merek yang aneh atau asing di telinga, orang biasanya langsung mengira itu buatan Tiongkok. Padahal belum tentu juga. Beberapa merek terkenal nyatanya merupakan produk Indonesia asli.

Nexian

Pertama kali mendengar merek ini, mungkin kita akan berpikir bahwa ini merek barang elektronik atau ponsel Tiongkok. Sebenarnya Nexian adalah produk asli Indonesia dan market leader di bidang penyedia perangkat telekomunikasi tetap (fixed) dan bergerak (mobile) di Indonesia sejak 2006.

Sebagai pelopor ponsel lokal di Indonesia, Nexian sudah mendapatkan banyak penghargaan, seperti ICA 2010 sebagai The Best Value Services for Nexian Messenger dan Seluler Award 2010 sebagai The Best Local Brand dan The Best Favourite Music Concept.

Byon

Apakah Anda tahu barang elektronik apa yang diproduksi merek ini? Jika Anda menjawab komputer jinjing atau laptop, Anda benar. Byon merupakan produsen notebook asli Indonesia. Tentunya kita harus ikut bangga karena bangsa kita tidak selalu menjadi penonton perkembangan teknologi terkini.

Meski mematok harga jual yang lebih murah, produk besutan Byon bukanlah produk asal-asalan. Byon menghadirkan notebook dengan konsep bisa di-upgrade layaknya komputer desktop. Harga jualnya yang murah lebih disebabkan oleh tidak adanya bea cukai dan biaya distribusi yang lebih murah. Selain itu, produk ini juga tidak kena pajak impor.

Baca Juga:Alat Elektronik Rumah Tangga Yang Wajib Anda Miliki Setelah Menikah

Polytron

Polytron sudah terkenal sejak lama sebagai produsen barang elektronik, khususnya televisi dan perlengkapan rumah tangga. Mungkin saat pertama kali mendengar merek ini kita akan mengira ini merek Jepang. Sebenarnya Polytron merupakan sebuah perusahaan elektronik asal Indonesia yang didirikan pada 16 Mei 1975 di Kudus, Jawa Tengah.

Saat ini Polytron memiliki 2 pabrik di Kudus seluas 70.000 m2 dan di Sayung, Semarang 130.000 m2 dengan karyawan lebih dari 6.000 orang, 11 kantor perwakilan, 5 authorized dealer, dan 50 service centre di seluruh Indonesia.

Magno

Magno didirikan oleh Singgih Susilo Kartono, seorang alumni Fakultas Seni Rupa Institut Teknologi Bandung (ITB). Berkat kegigihan dan kreativitasnya, produk Radio Kayu Magno diterima pasar dan sudah membanjiri pasar Amerika Serikat, Jepang, Eropa, Hongkong, Tiongkok dan Australia.

Radio Kayu Magno diproduksi di Temanggung, Jawa Tengah sejak tahun 2005. Desain  radio ini terbilang sederhana namun memasukkan unsur filosofi yang bisa membuat pemilik radio memiliki hubungan personal dengan radio tersebut.

Radio Kayu Magno diproduksi dalam empat tipe: mikro, igono, kubu, dan rekto. Keempatnya masing-masing dibarendol US$150, US$200, US$250, dan US$300. Di dalam negeri, radio ini dipatok mulai dari Rp750.000 sampai Rp2 juta.

Be Sociable, Share!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *